Bahaya gorengan bagi kesehatan

Bahaya Gorengan bagi Kesehatan

Posted on

Bahaya gorengan bagi kesehatan tubuh sebenarnya sudah bisa terlihat dengan jelas dari kandungan yang dikonsumsi, yang terdiri atas sebagian besar minyak panas dalam jumlah yang besar.

Tidak hanya digoreng pada minyak dalam jumlah banyak yang panas, sebagian besar gorengan juga dijual di tepi jalan yang tak menutup kemungkinan terpapar oleh asap kendaraan.

Walaupun demikian, beberapa alasan di atas tak membuat masyarakat di Indonesia menjadi takut. Hal ini dikarenakan gorengan yang memiliki rasa nikmat dan gurih untuk dijadikan santapan ataupun camilan di berbagai suasana.

Beberapa gorengan terkenal yang biasa dikonsumsi masyarakat pada umumnya seperti tempe goreng, tahu isi, bakwan, lumpia, dan beragam aneka gorengan yang lain.

Lantas, apa yang membuat bahaya gorengan bagi kesehatan tubuh yang mana kita mengonsumsinya? Terlebih jika dikonsumsi dalam rentang waktu yang sering.

Bahaya Gorengan bagi Kesehatan

Bahaya gorengan bagi kesehatan

Bahaya gorengan bagi kesehatan tubuh semakin menjadi dan nyata adanya saat penelitian yang terbit pada 2014 mengungkap adanya hubungan antara makanan yang digoreng dengan potensi gangguan kesehatan yang serius, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Makanan yang digoreng dapat berpengaruh terhadap potensi risiko penyakit seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi,” ujar Leah Cahill, Ph.D., salah satu Asisten Profesor di Dalhousie University in Canada.

1. Tinggi akan Kandungan Kalori

Dibandingkan dengan metode memasak yang lain, menggoreng ternyata bisa menambah begitu banyak kalori yang bisa dikatakan “melimpah”.

Hal ini bukan tanpa alasan, karena gorengan biasanya langkah menggorengnya seperti ini:

  • Gorengan biasanya dilapisi dengan adonan atau tepung sebelum digoreng.
  • Saat makanan digoreng, makanan tersebut kehilangan airnya dan menyerap lemak.
  • Penyerapan tersebut mampu memicu kandungan kalori yang meningkat.

Sebagai salah satu bukti, pada cup kentang panggang kecil (100 gram) terkandung 93 kalori dan 0 gram lemak. Akan tetapi, setelah digoreng, kalorinya mencapai 319 kalori dan 17 gram lemak.

Peningkatan kalori tersebut terjadi bukan hanya beberapa persen saja, melainkan hingga berkali-kali lipat dan sangat berbahaya bagi kondisi tubuh.

2. Tinggi akan Kandungan Lemak Trans

Lemak trans adalah salah satu jenis lemak jenuh, yang secara alami biasanya ditemukan di dalam jumlah kecil daging sapi, kambing, dan produk dairy (susu dan keju).

Saat ini, banyak perusahaan atau industri pangan memproduksi lemak trans buatan dengan menambah zat hidrogen pada minyak sayur ataupun minyak goreng.

Tujuan dibuatnya atau diproduksinya lemak trans ini untuk membuat makanan menjadi lebih awet dan meningkatkan cita rasa, salah satunya pada gorengan.

Akan tetapi, lemak trans alami dan buatan berbeda. Biasanya, lemak trans yang buatan memiliki potensi yang jauh lebih berbahaya dan merugikan bagi kesehatan tubuh.

3. Berpotensi Terhadap Penyakit Jantung

Konsumsi makanan yang digoreng berpotensi menyebabkan tekanan darah tinggi, kolesterol baik yang rendah, dan obesitas, yang kesemuanya menjadi faktor risiko penyakit jantung.

Faktanya, 2 penelitian menemukan bahwa semakin sering seseorang konsumsi gorengan, maka semakin besar pula risiko mereka terkena penyakit jantung.

4. Memicu Penyakit Diabetes

Tidak hanya penyakit jantung, bahaya gorengan bagi kesehatan tubuh yang lain ialah memicu terjadinya diabetes.

Tahukah kamu?
International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai hingga 28,57 juta orang pada tahun 2045.

Dr. Susie Setyowati, Konsultan Endokrin, Metabolik, dan Diabetes di Jakarta menyebut bahwa diabetes tak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikendalikan, sehingga tidak terjadi komplikasi.

Antisipasinya menurut Dr. Susie ialah jika saja seseorang bisa mengurangi berat badan 10% saja dari berat badan saat ini, bisa mengurangi risiko penyakit diabetes besar.

5. Memicu Obesitas Berlebih pada Tubuh

Masih berkaitan erat dengan lemak trans, di mana kandungan ini memainkan peranan penting di dalam penambahan berat badan, karena berpengaruh terhadap hormon yang mengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak.

Beberapa tanda obesitas pada tubuh seperti:

  • Indeks massa tubuh (IMT) 30 atau lebih
  • Mudah atau banyak berkeringat
  • Penumpukan lemak di beberapa area tubuh
  • Mudah lelah
  • Nyeri sendi

Jadi, bukan hanya terjadi penambahan berat badan tubuh saja, melainkan malah memicu risiko yang jauh lebih besar dari sekadar penambahan berat badan, yakni obesitas.

🤔 Baca juga: STMJ, minuman booster alami mulai dari Rp 10.000,- saja

Frequently Asked Question (FAQ)

Apa yang harus dilakukan setelah makan gorengan?

Karena gorengan mengandung begitu banyak lemak, ada beberapa cara menetralisirnya dengan air putih hangat, air lemon, hingga air kelapa.

Kenapa tidak boleh makan makanan berminyak?

Pola makan yang kaya akan lemak dan minyak berisiko penyakit berbahaya seperti jantung, diabetes, hingga obesitas.

Apakah penderita kolesterol tidak boleh makanan gorengan?

Gorengan termasuk makanan penyebab kolesterol. Sehingga, kamu sebagai penderita kolesterol sangat disarankan untuk menghindari gorengan ini agar lemak trans tidak melonjak.

Berapa batas makan gorengan dalam sehari?

Setidaknya, di dalam sepotong gorengan minimal terkandung 1 sendok teh minyak. Batas konsumsi maksimal sehari minyak adalah 6 sendok teh, yang berarti jangan sampai lebih dari 6 potong dalam sehari.

Leave a Reply

Your email address will not be published.