Kalori gorengan

Berapa Kalori Gorengan?

Posted on

Pertanyaan mengenai jumlah berapa kalori gorengan memang masih menjadi penasaran bagi banyak orang.

Terlebih bagi orang yang memang “fanatik” dengan gorengan dan ingin mencoba mengontrol asupan gorengan yang masuk ke dalam tubuh, karena sudah tahu akan bahayanya.

Gorengan memang rasanya enak, ada yang asin, manis, dan juga gurih. Aroma yang khas juga bagi sebagian orang memicu untuk membelinya dan makan sepuas-puasnya hingga kenyang.

Lalu, jawaban mengenai jumlah berapa kalori gorengan itu sendiri yang biasa kita konsumsi?

Berapa Kalori Gorengan?

Gorengan

Gorengan memang menjadi salah satu snack atau camilan yang familiar bagi masyarakat Indonesia. Tak terasa, baru mengunyah 1 gorengan, tiba-tiba sudah habis saja.

Gorengan menjadi kian diminati, karena persebarannya yang mudah ditemui, mulai dari gerobak di pinggir jalan, hingga beberapa kafe maupun restoran available akan gorengan ini sendiri.

Beberapa gorengan yang familiar dan biasa dijual di pinggir jalan seperti:

  • Bakwan
  • Cireng
  • Lumpia
  • Pastel
  • Pisang goreng
  • Risoles
  • Tahu isi
  • Tempe goreng

Dari semua nama atau macam-macam gorengan, tentu masyarakat Indonesia sudah tahu dan hapal akan gorengan tersebut. Lantas, berapa kalori gorengan itu sendiri?

Setidaknya, secara gambaran umum, gorengan itu mengandung sekitar 30 hingga 150 kalori per buahnya. Sementara itu, untuk rincian masing-masing gorengan dari data FatSecret Indonesia:

  • 1 buah bakwan, mengandung sebanyak 137 kalori
  • 1 buah cireng, mengandung sebanyak 70 kalori
  • 1 buah pastel, mengandung sebanyak 150 kalori
  • 1 buah pisang goreng, mengandung sebanyak 68 kalori
  • 1 buah risoles, mengandung sebanyak 96 kalori
  • 1 buah tahu isi, mengandung sebanyak 134 kalori
  • 1 buah tempe goreng, mengandung sebanyak 34 kalori

Itu baru hanya 1 buah gorengan? Bagaimana jika kebiasaan kamu yang sekali makan, konsumsi hingga 3 sampai 7 gorengan dalam 1 waktu? Bisa dihitung sendiri dan dikalikan berapa jumlah kalorinya.

Jumlah Kalori Harian yang Dibutuhkan

Jumlah kalori harian

Jumlah kalori harian pria maupun wanita tentunya berbeda. Hal ini berdasarkan dari usia yang dimiliki dan aktivitas harian yang dilakukan.

Menurut Alodokter, kebutuhan kalori per hari seseorang dibedakan dalam ukuran jenis kelamin sebagai berikut:

  • Pria dewasa, membutuhkan sekitar 2.500 kalori dalam sehari
  • Wanita dewasa, membutuhkan sekitar 2.000 kalori dalam sehari

Walaupun sudah ada tolok ukur secara umumnya, tetapi kembali lagi bahwa kebutuhan kalori per hari setiap orang itu berbeda-beda.

Kebutuhan kalori harian memang penting untuk dapat diketahui, sehingga bisa menjaga berat badan agar tetap ideal dan menjadi idaman, baik itu bagi pria maupun wanita.

Akan tetapi, beberapa hal yang menentukan kebutuhan kalori setiap orang yang bisa jadi berbeda ialah beberapa faktor berikut:

  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Tinggi badan
  • Berat badan
  • Aktivitas fisik yang dilakukan

Kalori menjadi satuan jumlah energi yang terkandung di dalam makanan dan minuman atau energi yang dipergunakan saat berkegiatan.

Saat kamu mengonsumsi sesuatu yang memiliki kalori, itu artinya kamu memberi energi masuk ke dalam tubuh, yang selanjutnya oleh tubuh akan dibakar menjadi energi dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

1. Pria dengan 170 cm, 70 kg, 25 tahun, dan Aktivitas Ringan

Kita coba untuk membedakan masing-masing jumlah kalori dengan indikator yang sama, tetapi dengan aktivitas yang berbeda-beda.

Biasanya, contoh ini diwujudkan bagi seseorang yang bekerja kantoran dan memiliki mobilitas yang tidak terlalu tinggi.

Seorang pria yang memiliki tinggi 170 cm dengan berat badan 70 kg, berusia 25 tahun, dan melakukan aktivitas ringan, apabila melalui perhitungan kalkulator kalori, maka jumlah kalori hariannya adalah 2.498 kalori per harinya.

2. Pria dengan 170 cm, 70 kg, 25 tahun, dan Aktivitas Berat

Sementara itu, kita coba untuk bandingkan dengan indikator yang sama, tetapi memiliki intensitas aktivitas yang berat setiap harinya.

Biasanya, contoh ini diwujudkan bagi seseorang yang bekerja di lapangan, selalu terkena terik matahari, dan memiliki mobilitas yang dikatakan cukup tinggi.

Seorang pria yang memiliki tinggi 170 cm dengan berat badan 70 kg, berusia 25 tahun, dan melakukan aktivitas berat, apabila melalui perhitungan kalkulator kalori, maka jumlah kalori hariannya adalah 3.123 kalori per harinya.

Boleh Konsumsi Gorengan, Tetapi Jangan Berlebihan

Penyakit obesitas

Sebenarnya, sah-sah saja bagi setiap orang ingin mengonsumsi makanan apa saja yang ingin disantapnya, tak terkecuali gorengan itu sendiri.

Akan tetapi, tentu ada catatan khusus, yang mana tidak boleh terlalu sering untuk mengonsumsi gorengan setiap harinya, karena kalori gorengan yang tinggi. Alias, dengan kata lain, jangan terlalu over.

Segala hal yang berlebihan tentu tidak baik, apalagi yang kaitannya dengan masalah atau faktor kesehatan itu sendiri.

Setidaknya, ada beberapa bahaya atau efek negatif yang mengintai, apabila kamu terlalu gemar konsumsi gorengan secara berlebihan yang tentu sangat tidak baik bagi tubuh:

  • Jerawat bermunculan
  • Memicu terjadinya obesitas
  • Meningkatkan risiko diabetes
  • Meningkatkan risiko penyakit jantung
  • Merusak fungsi otak

Apalagi, seperti salah satu contohnya obesitas akibat dari kalori gorengan yang tinggi salah satunya, Indonesia termasuk ke dalam 10 besar dengan negara yang memiliki tingkat obesitas tertinggi.

Baca juga: Bahaya Gorengan bagi Kesehatan

Frequently Asked Question (FAQ)

Apakah boleh makan gorengan saat diet?

Boleh saja, tetapi sangat tidak disarankan. Berdasarkan data di atas, karena 1 buah gorengan bisa memberikan hingga ratusan kalori bagi tubuh.

Setelah makan gorengan, sebaiknya minum apa?

Karena kalori gorengan yang tinggi, alangkah baiknya meminum air putih hangat, bukan malah meminum minuman yang manis dan bersoda. Air putih hangat membantu menghilangkan rasa lengket pada tenggorokan akibat dari minyak yang dihasilkan oleh gorengan.

Apa yang harus dilakukan setelah makan gorengan, agar berat badan tidak naik?

Cobalah untuk melakukan beberapa rangkaian tips sederhana, seperti meminum air hangat, tidak langsung tidur sehabis makan, hindari minum dingin setelah makan berminyak, dan rutin melakukan aktivitas atau olahraga harian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.